BBCA: 5,700 -0.87% BBRI: 2,950 -3.59% BMRI: 4,080 -0.97% BBNI: 3,700 -3.14% BBTN: 1,270 -4.87% ANTM: 2,900 -2.03% AMMN: 3,300 +13.01% MDKA: 2,590 -4.78% UNTR: 22,925 -1.19% HRUM: 790 -0.63% CUAN: 630 0.00% PTRO: 4,670 +19.74% TINS: 3,210 -1.83% ICBP: 7,100 +3.27% UNVR: 1,710 +4.91% AMRT: 1,150 +4.07% JPFA: 2,450 -3.16% INDF: 6,925 +1.47% TLKM: 3,030 +4.48% EXCL: 2,830 +2.17% ISAT: 2,160 +0.47% MTEL: 520 +4.00% TBIG: 1,525 +4.45% ASII: 5,000 +4.17% BIPI: 176 -1.68% BKSL: 75 0.00% GJTL: 1,215 -0.41% BREN: 3,300 0.00% BUMI: 168 0.00%
DATA PASAR DIPERBARUI: --:--:--
IHSG: 6,127 +0.24%
LQ45: 611 +0.21%
USD/IDR: Rp 17,879 +0.01%
EMAS: $4,519.30 -1.22%
PERAK: $75.56 -0.01%
BTC: $71,436.76 -2.90%
Tech

Transformasi Kabel Bawah Laut: BMKG Gandeng Prancis Adopsi Teknologi DAS untuk Deteksi Dini Tsunami

Transformasi Kabel Bawah Laut: BMKG Gandeng Prancis Adopsi Teknologi DAS untuk Deteksi Dini Tsunami
Sumber Foto: Sumber Foto Telkomuniversity web

JAKARTA – Indonesia mengambil langkah raksasa dalam mitigasi bencana seismik. Pada pekan pertama April 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menggelar inisiatif penguatan pemantauan geofisika menggunakan teknologi Distributed Acoustic Sensing (DAS). Melalui kolaborasi strategis dengan para ahli dari Prancis, inovasi mutakhir ini secara harfiah menyulap jaringan kabel serat optik bawah laut menjadi ribuan sensor gempa super-sensitif. Bagi negara kepulauan yang dikelilingi Cincin Api Pasifik, ini adalah sebuah revolusi teknologi untuk mempercepat deteksi gempa megathrust dan peringatan dini tsunami.

Menyulap Serat Optik Menjadi Ribuan Sensor

Selama bertahun-tahun, pemantauan aktivitas tektonik di lepas pantai selalu dihantui oleh tantangan teknis, mulai dari mahalnya pemeliharaan buoy tsunami hingga keterbatasan jangkauan seismometer dasar laut (Ocean Bottom Seismometer). Teknologi DAS hadir memecahkan kebuntuan tersebut dengan pendekatan yang jauh lebih efisien.

Sistem DAS tidak memerlukan pemasangan sensor keras yang baru di dasar samudra. Sebaliknya, teknologi ini "menumpang" pada kabel serat optik telekomunikasi bawah laut yang sudah eksis. Dengan menembakkan pulsa laser dari stasiun di darat ke dalam serat optik, sistem akan menganalisis hamburan balik cahaya (backscatter). Ketika terjadi getaran gempa di dasar laut, regangan mikro pada kabel optik akan mengubah pola cahaya tersebut. Hasilnya? Sepanjang puluhan kilometer bentangan kabel seketika berubah fungsi menjadi ribuan sensor seismik virtual yang berjejer rapat tanpa putus.

Mengapa Kolaborasi dengan Prancis Sangat Krusial?

Prancis merupakan salah satu pionir global dalam riset akustik oseanografi dan instrumen metrik bawah laut. Bagi Indonesia, transfer teknologi ini difokuskan pada tiga keuntungan strategis:

  1. Pemantauan Langsung di Zona Megathrust: Gempa bumi yang berpusat jauh di lepas pantai kini dapat direkam secara real-time dari titik sumber (epicenter), bukan lagi menunggu gelombang seismik menjalar ke sensor yang berada di daratan.

  2. Memangkas "Golden Time" Peringatan Tsunami: Dengan kecepatan konversi data cahaya menjadi sinyal digital, BMKG memproyeksikan sistem DAS dapat memangkas waktu penerbitan peringatan dini tsunami. Di saat krisis, hitungan detik sangatlah berharga untuk evakuasi warga pesisir.

  3. Efisiensi Infrastruktur Nasional: Memanfaatkan jaringan broadband dasar laut yang sudah dibangun oleh perusahaan telekomunikasi berarti menghemat triliunan rupiah uang negara dari pos belanja perangkat pemantau konvensional.

Era Baru Kesiapsiagaan Bencana

Integrasi sistem DAS ke dalam ruang kontrol BMKG membuktikan bahwa mitigasi bencana di Indonesia mulai meninggalkan cara-cara konvensional menuju adopsi teknologi tinggi. Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya mengamankan pesisir Nusantara, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai kandidat pusat percontohan global untuk sistem peringatan dini seismik berbasis serat optik.

Kesiapsiagaan bukan lagi sekadar reaksi cepat, melainkan akurasi berbasis data. Tetap perbarui wawasan Anda seputar inovasi teknologi keselamatan publik dan sains masa depan, eksklusif di loogas.id.


Daftar Referensi & Sumber Kredibel: